Total Tayangan Laman

Senin, 03 Juni 2013

Jenis Ayam Bangkok Dari Warnanya

Secara fisik, memang sama dari segi bentuk. tetapi kalau secara fisual, bulu memiliki nilai pesona tersendiri bagi ayam tersebut. mungkin ada para penghobi ayam bangkok yang sangat fanatik dengan bulu, bahkan ada yang mengangap bahwa bulu mempengaruhi kualitas ayam. namun semua itu dikembalikan ke individu masing-masing. mengenai pengertian dari warna dan jenis bulu ayam bangkok asli, akan dijelaskan dibawah ini.

1. WIRING

Warna bulu ayam bangkok jantan asli yang paling populer & berkelas adalah warna wiring. corak warna ini terdiri dari warna dasar hitam dengan bulu rawis leher & ekor berwarna kuning kemerahan. jika warna rawis cenderung berwarna kuning keemasan disebut wiring kuning, sedangkan jika lebih cenderung berwarna merah tua kecoklatan disebut wiring galih.

2. WANGKAS

Berbeda dengan wiring yang memiliki warna dasar hitam, ayam wangkas memiliki warna dasar yang hampir sama dengan warna rawisnya yaitu kuning kemerahan. jika warna bulu cenderung kuning keemasan disebut wangkas emas, namun jika warnanya lebih gelap kemerahan disebut wangkas geni.

3. KLAWU

Warna bulu ayam bangkok asli klawu memiliki warna dasar abu-abu. jika rawisnya berwarna abu-abu gelap/abu-abu kehitaman disebut klawu kethek. dan jika warnanya abu-abu kemerahan disebut klawu geni.

4. BLOROK

Warna bulu ayam bangkok asli selanjutnya yaitu blorok yang berarti kondisi ketika bulu ayam berwarna totol-totol dan merupakan kumpulan dari berbagai warna. warna blorok yang sederhana hanya terdiri dari warna putih bertotol hitam & warna rawisnya adalah merah. namun warna blorok akan istimewa jika kombinasi warna dasarnya lengkap yaitu putih, hitam, merah, dan hijau dengan rawis berwarna putih kemerahan, warna tersebut disebut blorok madu.

5. JRAGEM

Warna bulu ayam bangkok asli yang satu ini biasanya berwarna hitam pekat, beserta rawisnya. jika kulit tubuh, mata, paruh, serta sisiknya berwarna hitam semua disebut warna cemani. untuk ayam bangkok jarang yang memiliki warna ini, warna ini terjadi apabila ada garis keturunan yang bersilangan dengan ayam cemani atau ayam kampung.

6. JALI

 Warna bulu ayam bangkok asli jali terdiri dari unsur warna blirik yang merupakan campuran warna tapi dalam noktah atau garis - garis kecil. berbeda dengan warna blorok yg berpola totol, ayam bangkok jarang yang berwarna ini. tetapi ada orang yang sangat memburu warna asli warna ini karena langka dan berkesan eksotis.

7. PUTIH


Warna bulu ayam bangkok asli putih ini dianggap berbulu putih apabila ayam bangkok memiliki warna putih semua baik dari warna dasarnya maupun dari warna rawis. beberapa ayam jenis ini memiliki warna rawis berbeda namun warna dasarnya sama yaitu putih.

Dari penjelasan diatas, warna-warna tersebut merupakan warna dasar yang dimiliki oleh ayam bangkok asli. dalam persilangan, masing-masing warna memiliki varian beragam, sebagian orang menganggap warna sebagai standar kualitas. warna wiring dan wangkas adalah yang paling berkelas dibandingkan dengan warna yang lain, namun semuanya tergantung dari pilihan anda masing-masing.

Rabu, 29 Mei 2013

Cara Membedakan Anak Ayam Jantan Dan Betina




Ada dua cara untuk melihat perbedaan antara ayam jantan dan betina. Pertama, dengan melihat kloakanya yang berada di daerah dubur ayam. Kedua, dengan memperhatikan ciri-ciri tubuh luarnya. Cara yang pertama dapat dilakukan lebih awal :

a. Memperhatikan kloaka
Perbedaan yang tampak pada kloaka ayam jantan dan betina, yaitu pada kloaka ayam jantan terdapat satu titik kecil, sedangkan pada betinanya tidak ada. Tanda titik itu terdapat pada kloaka bagian bawah. Bentuknya berlainan, ada yang agak lonjong seperti butiran beras, atau bulat. Ukurannya kecil, kira-kira hanya sebesar ujung jarum. Baru setelah berumur dua minggu tanda itu agak membesar menjadi ¼ mm. Anak ayam yang akan diperiksa jenis kelaminnya dipegang dengan tangan kanan. Leher dijepit jari tengah dan jari manis tangan kiri. Badan dan kepalanya diarahkan ke bawah. Perut bagian bawah diraba ibu jari dan kelingking kiri. Punggung diketuk sehingga kotorannya keluar. Bagian bawah anus ditekan. Kemudian telunjuk tangan kanan ditaruh pada anus. Buka lubang anus sehingga bagian dalamnya menonjol keluar. Jika anak ayam yang diamati berkelamin jantan maka terlihat titik di bagian bawah kloaka. Sedangkan pada anak ayam betina titik tersebut tidak tampak.

b. Memperhatikan ciri-ciri tubuh luar
Anak ayam jantan dan betina baru menampakan perbadaan tanda-tanda fisik tubuh luarnya setelah berumur satu bulan. 
Bagian–bagian tubuh luar yang dapat dilihat untuk membedakan anak ayam jantan dan betina:

Ayam Jantan :
 Badan lebih besar, padat, tinggi, dan gagah
 Jenggernya tumbuh lebih tegas, besar, dan bergerigi nyata
 Mata lebih besar dan bercahaya
 Kaki kuat, besar, dan kokoh
 Bulu ekor lebih cepat tumbuh dibanding bulu bagian badan lainnya.
 Gerak-geriknya lincah, suaranya lebih keras dan nyaring

Ayam Betina :
 Badan pendek, lembek
 Jenggernya tumbuh pendek, tipis
 Mata kecil dan lemah 
 Kaki pendek dan kecil 
 Bulu badan tumbuh merata
 Gerak geriknya kurang lincah.
 Suaranya agak lemah, kurang nyaring

Pemisahan ayam jantan dan betina perlu dilakukan karena pertumbuhan anak ayam jantan umumnya lebih cepat dari ayam betina. Jadi, kalau dibiarkan akan terjadi persaingan tidak sehat antara yang betina dan jantan, biasanya yang kalah adalah ayam betinanya.

Jenis Ayam Katawa Dari Warnanya


Ayam ketawa dibedakan menjadi beberapa jenis warna, menurut M Yusuf MD asal Kanie dan toko masyarakat bugis lainnya yang gemar dengan ayam ketawa meliputi :

1. Bakka

 Warna dasar putih mengkilat dengan dihiasi warna hitam, oranye, merah dan kaki hitam atau kaki pitih.

2. Lappung 

Warna dasar hitam dengan dihiasi warna merah hati, kaki hitam dan mata putih.

3. Ceppaga 

 Warna dasar hitam dengan  di hiasi bintik warna putih dibadan sampai pangkal leher dan kaki hitam atau putih

4. Korro

Warna dasar hitam dengan dihiasi warna hijau, putih, kuning mengkilap dan dihiasi dengan kaki kuning atau kaki hitam.

5. Ijo Buata 

Warna dasar hijau dengan dihiasi warna merah, diselingi warna hitam pada sayap dan kaki kuning.

6. Bori Tase’

Warna dasar merah dengan dihiasi bintik – bintik kuning keemasan .

Senin, 06 Mei 2013

Sistem Reproduksi Ayam

Sistem reproduksi ayam jantan berupa testes ductus (vas) deferens, dan ogan kopulasi yang bentuknya rudimenter ( belum sempurna ). ayam tidak mempunyai penis. Sperma diproduksi di dalam testis, disalurkan ke luar tubuh melalui ductus deferens yang bermuara pada papilla. Perkawinan ayam jantan dengan ayam betina pada hakikatnya ialah mempersatukan dua kloaka untuk memungkinkan pemancaran sistem yang mengandung sperma.

Sistem reproduksi ayam betina terdiri atas ovarium dan oviduk. Ovarium yang mengandung sekitar 1.000-3.000 folikel dan di dalam folikel terdapat kuning telur (yolk). Ukuran folikel berkisar dari yang mikrokopik hingga yang sebesar yolk, tergantung pada tingkat kemasakan yolk di dalamnya. Setelah sebuah yolk diovulasikan, kemudian diterima oleh infudibulum dan melewati bagian-bagian lain dari oviduk, menjadi telur yang sempurna yang dikeluarkan melalui anus.

Ovarium dan oviduk.

Ovarium adalah tempat sintesis hormon steroid seksual, gametogenesis, dan perkembangan serta pemasakan kuning telur (folikel). Oviduk adalah tempat menerima kuning telur masak, sekresi putih telur, dan pembentukan kerabang telur. Pada unggas umumnya dan pada ayam khususnya, hanya ovarium kiri yang berkembang dan berfungsi, sedangkan yang bagian kanan mengalami rudimenter.

- Ovarium.

 Ovarium pada ayam dinamakan juga folikel. Bentuk ovarium seperti buah anggur dan terletak pada rongga perut berdekatan dengan ginjal kiri dan bergantung pada ligamentum meso-ovarium. Besar ovarium pada saat ayam menetas 0,3 g kemudian mencapai panjang 1,5 cm pada ayam betina umur 12 minggu dan mempunyai berat 60 g pada tiga minggu sebelum dewasa kelamin.
Ovarium terbagi dalam dua bagian, yaitu cortex pada bagian luar dan medulla pada bagian dalam. Cortex mengandung folikel dan pada folikel terdapat sel-sel telur. Jumlah sel telur dapat mencapai lebih dari 12.000 buah. Namun, sel telur yang mampu masak hanya beberapa buah saja (pada ayam dara dapat mencapai jutaan buah).
Folikel akan masak pada 9-10 hari sebelum ovulasi. Karena pengaruh karotenoid pakan ataupun karotenoid yang tersimpan di tubuh ayam yang tidak homogen maka penimbunan materi penyusun folikel menjadikan lapisan konsentris tidak seragam. Proses pembentukan ovum dinamakan vitelogeni (vitelogenesis), yang merupakan sintesis asam lemak di hati yang dikontrol oleh hormon estrogen, kemudian oleh darah diakumulasikan di ovarium sebagai volikel atau ovum yang dinamakan yolk (kuning telur).
Dikenal tiga fase perkembangan yolk, yaitu fase cepat antara 4-7 hari sebelum ovulasi dan fase lambat pada 10-8 hari sebelum ovulasi, serta pada 1-2 hari sebelum ovulasi. Akibat perkembangan cepat tersebut maka akan terbentuk gambaran konsentris pada kuning telur. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kadar xantofil dan karotenoid pada pakan yang dibelah oleh latebra yang menghubungkan antara inti yolk dan diskus germinalis.
Folikel dikelilingi oleh pembuluh darah, kecuali pada bagian stigma. Apabila ovum masak, stigma akan robek sehingga terjadi ovulasi. Robeknya stigma ini dikontrol oleh hormon LH. Melalui pembuluh darah ini, ovarium mendapat suplai makanan dari aorta dorsalis. Material kimiawi yang diangkut melalui sistem vaskularisasi ke dalam ovarium harus melalui beberapa lapisan, antara lain theca layer yang merupakan lapisan terluar yang bersifat permeabel sehingga memungkinkan cairan plasma dalam menembus ke jaringan di sekelilingnya. Lapisan kedua berupa lamina basalis yang berfungsi sebagai filter untuk menyaring komponen cairan plasma yang lebih besar. Lapisan ketiga sebelum sampai pada oocyte adalah lapisan perivitellin yang berupa material protein bersifat fibrous (berongga).
Dalam membran plasma, oocyte (calon folikel) berikatan dengan sejumlah reseptor yang akan membentuk endocitic sehingga terbentuklah material penyusun kuning telur. Sehingga besar penyusutan kuning telur adalah material granuler berupa high density lipoprotein (HDL) dan lipovitelin. Senyawa ini dengan ion kuat dan pH tinggi akan membentuk kompleks fosfoprotein, fosvitin, ion kalsium, dan ion besi. Senyawa-senyawa ini membentuk vitelogenin, yaitu prekursor protein yang disintesis di dalam hati sebagai respon terhadap estradiol.
Komponen vitelogenin lebih mudah larut dalam darah dalam bentuk kompleks lipida kalsium dan besi. Oleh adanya reseptor pada oocyte, akan terbentuk material kuning telur. proses pembentukan vitelogenin ini dinamakan vitelogenesis.
Penyusun utama kuning telur adalah air, lipoprotein, protein, mineral, dan pigmen. Protein kuning telur diklasifikasikan menjadi dua kategori:

1. Livetin, yakni protein plasmatik yang terakumulasi pada kuning telur dan disintesis di hati hampir 60% dari total kuning telur.

2. Phosvitin dan lipoprptein yang terdiri dari high density lipoprotein (HDL) dan low density lipoprotein (LDL) yang disebut pula dengan granuler dan keduanya disintesis dalam hati. Pada ayam dewasa bertelur setiap hari disintesis 2,5 g protein/hari melalui hati. Sintesis ini dikontrol oleh hormon estrogen. Hasil sintesis bersama-sama dengan ion kalsium, besi dan zinc membentuk molekul kompleks yang mudah larut kemudian masuk ke dalam kuning telur.
Adapun urutan perjalanan terbentuknya sebutir telur pada saluran reproduksi ayam betina adalah sebagai berikut:
a. Infundibulum/papilon : panjang 9 cm fungsi untuk menangkap ovum yang masak. Bagian ini sangat tipis dan mensekresikan sumber protein yang mengelilingi membran vitelina. Kuning telur berada di bagian ini berkisar 15-30 menit. Pembatasan antara infundibulum dan magnum dinamakan sarang spermatozoa sebelum terjadi pembuahan.
b. Magnum : bagian yang terpanjang dari oviduk (33cm). Magnum tersusun dari glandula tubiler yang sangat sensibel. Sintesis dan sekresi putih telur terjadi disini. Mukosa dan magnum tersusun dari sel gobelet. Sel gobelet mensekresikan putih telur kental dan cair. Kuning telur berada di magnum untuk dibungkus dengan putih telur selama 3,5 jam.
c.Isthmus: mensekresikan membran atau selaput telur. Panjang saluran isthmus adalah 10 cm dan telur berada di sini berkisar 1 jam 15 menit sampai 1,5 jam. Isthmus bagian depan yang berdekatan dengan magnum berwarna putih, sedangkan 4 cm terakhir dari isthmus mengandung banyak pembuluh darah sehingga memberikan warna merah.
d. Uterus : disebut juga glandula kerabang telur, panjangnya 10 cm. Pada bagian ini terjadi dua fenomena, yaitu dehidrasi putih telur atau /plumping/ kemudian terbentuk kerabang (cangkang) telur. Warna kerabang telur yang terdiri atas sel phorphirin akan terbentuk di bagian ini pada akhir mineralisasi kerabang telur. Lama mineralisasi antara 20 – 21 jam.
e. Vagina: bagian ini hampir tidak ada sekresi di dalam pembentukan telur, kecuali pembentukan kutikula. Telur melewati vagina dengan cepat, yaitu sekitar tiga menit, kemudian dikeluarkan (/oviposition/) dan 30 menit setelah peneluran akan kembali terjadi ovulasi.
f. Kloaka: merupakan bagian paling ujung luar dari induk tempat dikeluarkannya telur. Total waktu untuk pembentukan sebutir telur adalah 25-26 jam. Ini salah satu penyebab mengapa ayam tidak mampu bertelur lebih dari satu butir/hari. Di samping itu, saluran reproduksi ayam betina bersifat tunggal. Artinya, hanya oviduk bagian kiri yang mampu berkembang. Padahal, ketika ada benda asing seperti /yolk/ (kuning telur) dan segumpal darah, ovulasi tidak dapat terjadi. Proses pengeluaran telur diatur oleh hormon oksitosin dari pituitaria bagian belakang.
Kutipan dari artikel penelitian USU.